D4 Perpustakkan Digital & D4 Desain Mode

Universitas Negeri Malang

Surabaya

Batik Surabaya

Sejarah Batik Surabaya

Sejarah batik di Surabaya berawal dari pengaruh budaya pesisir yang membawa ciri khas warna cerah dan motif berani, seperti merah, biru, dan hijau. Sebagai kota pelabuhan strategis, Surabaya menjadi tempat bertemunya berbagai tradisi batik dari Madura, Lasem, Tuban, hingga pengaruh Tionghoa, Arab, dan Eropa. Pada awal abad ke-20, batik Surabaya berkembang pesat, dengan pusat produksi berada di kawasan Ampel dan  sekitar Jembatan Merah. 

Batik Surabaya

Jenis Jenis Batik Surabaya

Batik Surabaya

Motif Abhi Boyo

Filosofi dan Makna : Nama motif ini terdiri dari dua kata, yaitu “abhi” yang berarti berani dan “boyo” yang berarti buaya, yang merupakan salah satu ikon Kota Surabaya. Motif ini menggambarkan keberanian dan kekuatan, sesuai dengan karakter buaya yang tangguh. 

Ciri Khas Motif : Batik Abhi Boyo menggunakan warna-warna seperti merah, biru, hijau, kuning, dan jingga, menciptakan kesan dinamis dan energik. 

Sejarah Motif : Sejarah motif Batik Abhi Boyo berakar dari legenda nama Surabaya yang menggambarkan pertempuran antara dua hewan kuat, ikan hiu (Sura) dan buaya (Boyo). Legenda ini menjadi simbol semangat juang, keberanian, dan ketangguhan masyarakat Surabaya dalam menghadapi tantangan. 

Batik Surabaya

Motif Sawunggaling

Filosofi dan Makna Batik Sawunggaling memiliki filosofi yang mendalam yang terinspirasi dari sosok legendaris bernama Sawunggaling, seorang tokoh Surabaya yang dikenal sebagai simbol keberanian, kecerdasan, dan kepemimpinan. 

Ciri Khas Motif : Motif Sawunggaling menggambarkan ayam jago Joko Barek dengan kombinasi warna sesuai dengan selera pasar. Ada juga yang menggunakan warna tak biasa, seperti ungu yang jarang digunakan dalam pembuatan batik.  

Sejarah Motif : Sejarah motif Batik Sawunggaling berakar dari kisah tokoh legendaris yang menjadi bagian penting dalam sejarah dan budaya Surabaya. Nama Sawunggaling diambil dari seorang pahlawan lokal yang dikenal karena keberanian, kecerdasan, dan kepemimpinannya. Kisah ini mengilhami para pengrajin batik untuk menciptakan motif yang menggambarkan nilai-nilai luhur tersebut melalui seni tekstil. 

Batik Surabaya

Motif Cheng Ho

Filosofi dan Makna : Batik Cheng Ho memiliki filosofi yang dalam dan kaya akan makna historis, terinspirasi dari sosok legendaris Laksamana Cheng Ho. Motif ini mencerminkan nilai-nilai perdamaian, persahabatan, dan harmoni antarbudaya.

Ciri Khas Motif : Batik Cheng Ho memiliki ciri khas yang mencerminkan perpaduan budaya Tiongkok dan Jawa, dengan simbol kapal layar yang melambangkan perjalanan maritim Laksamana Cheng Ho dan interaksi antarbangsa. Motif naga sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan, keberuntungan, dan kebijaksanaan dalam budaya Tiongkok. Selain itu, elemen laut dan ombak menggambarkan hubungan antara Tiongkok dan negara-negara pesisir. 

Sejarah Motif : Sejarah motif Batik Cheng Ho berawal dari pengaruh Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut dan diplomat Muslim asal Tiongkok yang terkenal pada abad ke-15. 

Scroll to Top