D4 Perpustakkan Digital & D4 Desain Mode

Universitas Negeri Malang

Welcome to the

Lokawastra

Lokawastra

Sekilas Wastra

MOTIF BATIK MALANG KUCECWARA

Salah satu motif yang menjadi ciri khas dari Batik Malang yaitu motif Malang Kucecwara.

MOTIF BATIK PESADENG

Dalam satu lembar kain motif Pesadeng, bisa memuat delapan motif gambar. Mulai dari cuping, keris, daun sadeng, gapura.

MOTIF BATIK ABHI BHOYO SURABAYA

Motif Abhi Boyo merupakan karya Heri Supriyanto.

MOTIF BATIK ANGIN GENDING

Nama “Angin Gending” sendiri merujuk pada angin yang sering bertiup di daerah tersebut, yang dianggap memiliki kekuatan alam.

MOTIF BATIK SLG

Salah satu motif yang menjadi ciri khas Kota Kediri yakni motif Batik SLG (Simpang Lima Gumul)

MOTIF BATIK GAJAH OLING

Motif Gajah Oling berasal dari Banyuwangi dan memiliki sejarah yang berkaitan dengan budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.

Lokawastra

East Java

Provinsi JAWA TIMUR dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batik dengan kekayaan motif dan filosofi yang beragam. Setiap daerah di provinsi ini memiliki ciri khas batik yang unik, mencerminkan budaya, sejarah, dan kearifan lokal masing-masing. Dari motif yang sederhana hingga yang rumit, batik Jawa Timur merepresentasikan identitas dan nilai luhur masyarakatnya.

Saat ini, batik Jawa Timur terus dikembangkan dengan menggabungkan teknik tradisional dan modern. Banyak pengrajin lokal dan desainer muda berinovasi agar batik tetap relevan dan dikenal di pasar global. Upaya digitalisasi dan dokumentasi, seperti proyek Lokastra, berperan penting dalam menjaga kelestarian budaya ini. 

Loka wastra

History of Lokawastra

Lokawastra adalah nama yang mencerminkan semangat pelestarian kain tradisional atau wastra dengan fokus pada keunikan dan keberagaman budaya lokal. Kata “Wastra” diambil dari bahasa Sanskerta, yang berarti kain atau tekstil tradisional, melambangkan warisan budaya yang sarat nilai historis dan filosofi. 

Sementara itu, “Lokalita” menegaskan identitas daerah, menyoroti kekayaan muatan lokal dari berbagai wilayah. Nama ini menggambarkan sebuah upaya untuk mendokumentasikan, menghidupkan kembali, dan merayakan cerita serta nilai-nilai yang terkandung dalam kain tradisional, khususnya batik Jawa Timur, agar tetap lestari dan relevan bagi generasi mendatang. 

Lokawastra

Teknik Pembuatan Batik

Batik berasal dari Bahasa Jawa “ambathik,” yang merupakan gabungan dari kata “amba” yang memiliki arti lebar atau luas dan kata “nithik” yang berarti membuat titik. Kata “ambathik” berkembang menjadi “Bathik” yang berarti menggabungkan titik-titik menjadi gambar tertentu pada kain yang lebar dan luas. 

Teknik Tradisional

Teknik tradisional yang menggunakan canting untuk menorehkan cairan malam atau lilin pada kain. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan keuletan yang tinggi. 

 

Teknik Cap

Teknik pembuatan batik dengan metode ini tergolong modern. Teknik ini banyak digunakan untuk membuat batik yang lebih berwarna-warni. 

Teknik Colet

Teknik membatik tradisional biasanya hanya menghasilkan 1-2 warna saja. Namun, teknik berbeda dengan teknik pembuatan batik lukis atau colet. Kamu bisa menghasilkan berbagai warna, namun membutuhkan keterampilan seni yang tinggi. Semakin bagus hasilnya, semakin mahal harganya.

 

Teknik Ikat atau Celup

Teknik pembuatan batik dengan metode ini tergolong modern. Teknik ini banyak digunakan untuk membuat batik yang lebih berwarna-warni. 

 

Teknik Kombinasi

Batik kombinasi adalah batik yang menggabungkan dua atau lebih teknik pembuatan batik untuk menciptakan pola yang lebih kompleks dan bervariasi.

Teknik Printing

Teknik yang paling modern dan banyak digunakan. Prosesnya cepat dan tidak membutuhkan keterampilan khusus. Cara membuat batik printing tergolong sederhana. Kamu hanya membutuhkan komputer, software, dan kemampuan untuk membuat motif batik, serta mesin printing kain.

 
Scroll to Top